Alat reproduksi perempuan bagian luar-dalam
& fungsinya?
Alat reproduksi perempuan bagian luar & fungsinya?
1. Bibir luar kemaluan / labia mayora, daerah yang berambut, berfungsi sebagai pelindung dan menjaga agar bagian dalam tetap lembab 2. Bibir dalam kemaluan / labia minora, daerah yang tidak berambut, dan terdapat jaringan serat sensorik yang luas, membuat labia minora menjadi bagian yang peka. 3. Kelentit / Clitoris, merupakan bagian yang sangat peka karena mengandung banyak ujung syaraf. 4. Vagina, merupakan rongga penghubung alat reproduksi perempuan bagian luar dan dalam.
Ala reproduksi perempuan bagian DALAM & FUNGSINYA?
(1). Vagina, merupakan jalan keluar bagi darah haid, dan jalan keluar waktu bayi lahir (bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina.
(2). Leher rahim/ cervix, merupakan penghubung antara vagina dan rahim.
(3). Rahim/ uterus, tempat dimana sel telur yang sudah tumbuh dirahim selama kehamilan. Kalau telur tidak dibuahi, sel telur menempel pada dinding rahim, selanjutnya dinding rahim menebal lalu luruh dan mengalir keluar melalui saluran vagina dalam bentuk darah, inilah yang disebut haid/menstruasi.
(4). Saluran telur/ tuba falopii, berupa dua saluran yang terletak di sebelah kanan dan kiri rahim, berfungsi sebagai penghubung rongga rahim dan indung telur.
(5). Dua buah indung telur/ovarium berfungsi memproduksi sel telur dan hormon perempuan yaitu, estrogen dan progesterone. Atas pengaruh hormon satu sampai dua sel telur masak setiap bulan, lalu dilepaskan ke dinding rahim. Dinding rahim menebal, yang sebetulnya berguna sebagai tempat sel telur bersarang setelah dibuahi
ALAT REPRODUKSI PEREMPUAN
Mungkin anda seorang wanita yang punya alat kelamin tapi ga
tau bagian-bagiannya, nah disini dijelasin secara umum alat reproduksi wanita
yang dibagi atas dua bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam
ALAT
KELAMIN LUAR (GENETALIA EXTERNA)
Mons veneris
Merupakan suatu bangunan yang terdiri atas kulit yang di
bawahnya terdapat jaringan lemak menutupi tulang kemaluan /simphisis. Mons
veneris ditutupi rambut kemaluanFungsi Mons veneris adalah sebagai pelindung terhadap benturan-benturan dari luar dan dapat menghindari infeksi dari luar
2. Labia Mayora (bibir besar)
Terdiri atas bagian kanan dan kiri lonjong mengecil ke bawah
dan bersatu di bagian bawah. Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit
berambut, kelenjar lamak, dan kelenjar keringat. Bagian dalamnya tidak berambut
dan mengandung kelenjar lemak, bagian ini mengandung banyak ujung syaraf
sehingga sensitif terhadap hubungan seks.
3.Labia Minora (bibir kecil)
Merupakan lipatan kecil di bagian dalam labia mayora. Bagian
depannya mengelilingi klitoris. Kedua labia ini mempunyai pembuluh darah,
sehingga dapat menjadi besar saat keinginan seks bertambah. Labia ini analog
dengan kulit skrotum pada pria.
4.Klitoris
Klitoris merupakan suatu bangunan yang terdiri dari:- Glans klitoris
- Korpus klitoris
- Krura klitoris
Merupakan bagian yang erektil, seperti penis pada pria. Mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sehingga sangat sensitif saat hubungan seks.
5. Vestibulum
Bagian kelamin ini dibatasi oleh kedua labia kanan-kiri dan
bagian atas oleh klitoris serta bagian belakang pertemuan labia minora. Pada
bagian vestibulum terdapat muara vagina (liang senggama), saluran kencing, kelenjar
Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini akan mengeluarkan cairan pada saat
permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga memudahkan penetrasi penis).
6. Himen (selaput dara)
Merupakan selaput tipis yang menutupi sebagian lubang vagina
luar. Pada umumnya himen berlubang sehingga menjadi saluran aliran darah
menstruasi atau cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar rahim dan kelenjar
endometrium (lapisan dalam rahim).Pada perempuan yang tidak mempunyai introitus himenalis disebut Atresia Himenalis (Hymen Inferforata), akibatnya darah mens tidak bisa keluar,
Pada saat hubungan seks pertama himen akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan himen merupakan tonjolan kecil yang disebut kurunkula mirtiformis.
ALAT KELAMIN PEREMPUAN BAGIAN
DALAM (GENETALIA INTERNA)
Vagina (Saluran Senggama)
Merupakan saluran muskulo-membranasea (otot-selaput) yang
menghubungkan rahim dengan dunia luar.Bagian ototnya berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan dilatih. Dinding vagina mempunyai lipatan sirkuler (berkerut) yang disebut “rugae”. Dinding depan vagina berukuran 9cm dan dinding belakangnya 11cm. Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga cairan yang selalu membasahi berasal dari kelenjar rahim atau lapisan dalam rahim. Sebagian dari rahim yang menonjol pada vagina disebut “porsio” (leher rahim). Vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi penting :
- sebagai jalan lahir bagian lunak,
- sebagai sarana hubungan seksual,
- saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi.
Lendir vagina banyak mengandung glikogen yang dapat dipecah oleh bakteri Doderlein, sehingga keasaman cairan vagina sekitar 4,5 (bersifat asam).
2. Rahim (Uterus)
Bentuk rahim seperti buah pir/Alpukat, dengan berat sekitar 30
gr. Terletak di panggul kecil diantara rektum (bagian usus sebelum dubur) dan
di depannya terletak kandung kemih. Hanya bagian bawahnya disangga oleh ligamen
yang kuat, sehingga bebas untuk tumbuh dan berkembang saat kehamilan. Ruangan
rahim berbentuk segitiga, dengan bagian besarnya di atas. Dari bagian atas
rahim (fundus) terdapat ligamen menuju lipatan paha (kanalis inguinalis),
sehingga kedudukan rahim menjadi ke arah depan. Lapisan otot rahim terdiri dari
tiga lapis, yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang sehingga dapat
memelihara dan mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan. Rahim juga
merupakan jalan lahir yang penting dan mempunyai kemampuan untuk mendorong jalan
lahir. Segera setelah persalinan otot rahim dapat menutup pembuluh darah untuk
menghindari perdarahan. Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat
mengecil seperti semula.Fungsi rahim:
- Sebagai alat tempat terjadinya menstruasi
- Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi
- Tempat pembuatan hormon misal HCG
Bagian-bagian dari rahim (uterus):
- Servik uteri
- Korpus uteri
- Fundus uteri
Secara histologis uterus dibagi menjadi tiga bagian:
- Endometrium, yaitu lapisan uterus yang paling dalam yang tiap bulan lepas sebagai darah menstruasi
- Miometrum, yaitu lapisan tengah lapisan ini terdiri dari otot polos
- Perimetrium, merupakan lapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat
Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum
Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir uterus :
1. Ligamentum cardinale sinistra & dextra (Mackenrodt)
Ligamen ini fungsinya:
a. Mencegah supaya uterus tidak turun
b. Di dalamnya terdapat pembuluh darah yang arteria & vena uterina
Ligamen ini berjalan dari servix uteri dan puncak vagina ke arah lateral dinding panggul
Penyebab uterus turun:
a. Sering melahirkan
b. Perempuan yang sering melahirkan sering dipijat
c. Orang yang sudah tua
2. Ligamentum Sakro Uterinum sinistra & dextra
Fungsi : menahan uterus supaya didak dapat bergerak
Berjalan dari servik bagian belakang kiri kanan ke Os sacrum
3. Ligamentum Rotundum sinistra & dextra
Ligamen ini berjalan dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul
Pada perempuan hamil sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan ligamen rotundum tegang
4. Ligamentum Latum sinistra & dextra
Merupakan suatu jaringan lapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah belakang ligamentum latum terdapat ovarium/indung telur
5. Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra
Di dalam ligamen ini terdapat urat-urat syaraf kelenjar limfa serta arteria dan vena ovarika untuk darah yang memberikan ke ovarium dan uterus
6. Ligamentum ovarii proprium
Yang berjalan dari ovarium menuju ke bagian belakang Fundus uteri
Ligamentum ini secara embriologi berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum
3.Tuba Fallopii
Tuba Fallopii berasal dari ujung ligamentum latum berjalan ke
arah lateral, dengan panjang sekitar 12 cm. Tuba Fallopii bukan merupakan
saluran lurus, tetapi mempunyai bagian yang lebar sehingga membedakannya
menjadi empat bagian. Di ujungnya terbuka dan mempunyai fimbriae
(rumbai-rumbai), sehingga dapat menangkap ovum (telur) saat terjadi pelepasan
telur (ovulasi). Saluran telur ini menyalurkan saluran hasil konsepsi (hasil
pembuahan) menuju rahim. Tuba fallopii merupakan bagian yang paling
sensitif terhadap infeksi dan menjadi penyebab utama terjadinya
kemandulan (infertilitas).Fungsi tuba fallopii sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu menjadi saluran tempat bertemunya spermatozoa dan ovum, mempunyai fungsi penangkap ovum, tempat terjadinya pembuahan (fertilitas), menjadi saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu menanamkan diri pada lapisan dalam rahim
Fungsi tuba:
- Tempat terjadinya fertilisasi
- Saluran yang mengeluarkan hasil konsepsi
- Fimbria mengangkat ovum yang keluar dari ovarium
4. Indung Telur (Ovarium)
Indung telur terletak antara rahim dan dinding panggul, dan
digantung ke rahim oleh ligamentum ovarii proprium dan ke dinding panggul oleh
ligamentum infundibulo-pelvikum. Indung telur merupakan sumber hormonal
perempuan yang paling utama, sehingga mempunyai dampak keperempuanan dalam
pengatur proses menstruasi. Indung telur mengeluarkan telur (ovum) setiap bulan
silih berganti kanan dan kiri. Pada saat telur (ovum) dikeluarkan perempuan di
sebut “dalam masa subur”.Produksi telur pada perempuan sesuai dengan usia adalah sebagai berikut:
Saat lahir bayi: mempunyai sel telur 750.000
Umur 6-15 tahun: mempunyai sel telur 439.000
Umur 6-25 tahun: mempunyai sel telur 159.000
Umur 26-35 tahun: mempunyai sel telur 59.000
Umur 35-45 tahun: mempunyai sel telur 34.000
Masa menopause semua telur menghilang
Fungsi ovarium:
- Sebagai penghasil sel telur / ovum
- Sebagai organ yang menghasilkan hormon (estrogen dan progesteron)
5.Parametrium (Penyangga Rahim)
Merupakan lipatan peritonium dengan berbagai penebalan, yang
menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Lipatan atasnya mengandung tuba
fallopii dan ikut serta menyangga indumg telur. Bagian ini sensitif terhadap
infeksi sehingga mengganggu fungsinya.Hampir keseluruhan alat reproduksi perempuan berada di rongga panggul. Setiap individu perempuan mempunyai rongga panggul (pelvis ) yang berbeda satu sama lain. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan suatu proses persalinan. Dan perubahan ukuran pada panggul ini pula untuk mengukur umur kehamilan seorang perempuan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar