Selasa, 18 Februari 2014

MEMANDIKAN PASIEN DI ATAS TEMPAT TIDUR :)


      I.        MEMANDIKAN PASIEN
A.    Pengertian
Membersihkan / memandikan tubuh klien dengan air bersih dan sabun pada klien yang tidak dapat mandi sendiri.
B.    Tujuan
1.    Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
2.    Memberikan rasa nyaman dan relaksasi
3.    Merangsang sirkulasi darah pada kulit
4.    Mencegah infeksi pada kulit
5.    Mendidik klien mengenai kebersihan perorangan
C.   Indikasi
1.    Pasien baru yang tidak dapat mandi sendiri, terutama jika sangat kotor dan keadaan umumnya memungkinkan.
2.    Pada klien yang dirawat, sekurang-sekurangnya dua kali sehari, sesuai sengan kondisinya.
D.   Persiapan Alat
1.    Satu setel pakaian bersih
2.    Baskom mandi 2 buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat (43-46’C)
3.    Waslap 2 buah
4.    Perlak dan handup keci
5.    Handuk besar/kain penutup
6.    Tempat bertutup untuk pakaian kotor
7.    Sampiran, jika perlu
8.    Sabun mandi, jika ada milik pasien sendiri
9.    Talk (jika ada)
10.  Jika pasien ingin BAB/BAK, tambahkan peralatan yang membantu klien untuk bereliminasi
11.  Termos berisi air panas (jika perlu)
E.    Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan dan dianjurkan untuk buang air kecil dulu (jika klien sadar)
F.    Prosedur Pelaksanaan
1.    Tutup pintu, jendela atau gorden dan gunakan sherm, jika perlu
2.    Cuci tangan
3.    Pindahkan selimut dan bantal klien dari tempat tidur, jika bantal dibutuhkan gunakan seperlunya, pasang selimut mandi
4.    Berdiri disisi kiri atau kanan klien
5.    Beri tahu klien bahwa pakaian bagian atas harus dilepas, lalu bagian yang terbuka tersebut ditutup dengan selimut.
6.    Klien dimandikan dengan cara berikut :
a.    Membasuh muka
1)    Bentangkan perlak kecil dan handuk kecil di bawah kepala
2)    Bersihkan muka, telinga, dan leher dengan waslap lembab, lalu keringkan dengan handuk
3)    Gulung perlak dan handuk
b.    Membasuh lengan
1)    Turunkan selimut mandi ke bagian perut klien
2)    Ke ataskan kedua tangan klien, pasang handuk besar di atas dada klien secara melintang, lebarkan ke kiri dan kanan sehingga kedua tangan klien dapat diletakkan di atas handuk
3)    Basahi tangan klien dengan waslap air bersih kemudian sabuni dengan menggunakan waslap. Lakukan dari bagian yang terjauh dari petugas kemudian bilas dengan air hangat sampai bersih. Jika telapak tangan klien kotor, cuci dengan air bersih pada bengkok. Selanjutnya keringkan dengan handuk. Selanjutnya, lakukan prosedur ini pada tangan yang satunya.
c.    Membasuh dada dan perut
1)    Tanggalakan pakain pasien bawah klien dan turunkan selimut sampai perut bagian bawah
2)    Ke atasakan kedua tangan klien, angkat handuk dan bentangkan pada sisi yang lain
3)    Basahi ketiak, dada dan perut klien dengan waslap basah, beri sabun kemudian bilas dan keringkan
4)    Lakukan pada sisi kllien yang terjauh dan kemudian pada sisi yang dekat dengan perawat. Selanjutnya tutup dengan kain penutup atau handuk yang lain
d.    Membasuh punggung
1)    Miringkan klien ke kiri
2)    Bentangkan handuk dibawah punggung sampai bokong klien
3)    Basahi punggung sampai bokong, beri sabun kemudian bilas dan keringkan
4)    Miringkan klien ke kanan, bentangkan handuk dibawah punggung sampai bokong
5)    Basahi punggung sampai bokong klien dengan waslap, beri sabun, lalu bilas dan keringkan seperti tadi
6)    Telentangkan klien, kenakan pakaian bagian atas yang bersih dan rapi. Sebelumnya jika klien menghendaki, beri talk dan gosok badan dengan talk secukupnya
e.    Mambasuh kaki
1)    Keluarkan kaki klien yang jauh dari petugas dari dalam selimut mandi
2)    Bentangkan handuk dibawah kaki dan lutut ditekuk
3)    Basahi kaki mulai dari pergelangan kaki samapai pangkal paha, beri sabun kemudian bilas. Basuh telapak kaki dengan air bersih dalam baskom, lalu keringkan
4)    Lakukan juga pada kaki yang satu lagi
f.      Membasuh daerah lipat paha dan genital
1)    Bentangkan handuk dibawah bokong, lalu buka selimut bagian bawah
2)    Basahi daerah lipat paha dan genital, beri sabun, bilas lalu keringakan. Untuk daerah genital wanita, sebaiknya gunakan sabun khusus untuk kemaluan, bila tidak tersedia, cukup dibasuh dengan air sampai bersih. Karena sabun biasa dapat mengiritasi genital (PH sabun basa sehingga tidak sesuai)
3)    Angkat handuk dari bawah bokong klien, dan kenakan pakaian bagian bawah klien
7.    Setalah rapi, ganti selimut mandi klien dengan selimut tidur
8.    Atur posisi klien senyaman mungkin, pasang kembali bantal klien
9.    Bereskan pakaian dan alat tenun yang kotor serta peralatan lain dan kembalikan ke tempatnya
10.  Cuci tangan


Senin, 17 Februari 2014

ASKEP DIABETES MELLITUS

LAPORAN KASUS PADA PASIEN DENGAN
 DIABETES MELLITUS
Di RS dr. SOEPRAOEN MALANG

Disusun untuk mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian Keperawatan, Ujian Nasional dan
Ujian Sekolah serta sebagai bentuk pertanggung jawaban siswa terhadap sekolah
 







Disusun oleh:
Nama  : Khairunnisak
 NIS    : 1820/087 076
Kelas    : XI KPR 2


PROGAM KEAHLIAN KEPERAWATAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 11 MALANG
Jl. Pelabuhan Bakahuni No. 1 Bakalan Krajan Telp. (0341) 836330 Malang
Tahun 2012

LEMBAR  PENGESAHAN

Laporan Praktik Kerja Industri ini telah disetujui
oleh Pembimbing dan disahkan pada:

Hari/Tanggal       :
Tempat                : SMK NEGERI 11 MALANG

Menyetujui,
                                   
           Pembimbing DU/DI                                             Pembimbing sekolah



            UNTUNG, S H                                               SITI KHOIRIYAH, S.ST     




    Kepala SMKN 11 Malang                                   Ka KOMKEL Keperawatan



    Dra. DWI LESTARI, MM                                SANTI PRAPTIANI, S.Pd
   NIP. 19620709 198803 2 008                            NIP. 19770717 200604 20406



MOTTO


1.      Kejujuran awal dari keberhasilan
2.      Kita tidak dapat melakukan sesuatu tanpa adanya usaha
3.      Kegagalan adalah motivasi suatu kemenangan




Persembahan
1.      Ayah dan Ibu Tercinta
2.      Untuk guru pembimbing prakerin
3.      Untuk CI Kepala Ruangan dan perawat RST. Dr. Soepraoen
4.      Teman-teman yang telah memberi dorongan kepada penulis








KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas petunjuk, rahmat, dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Praktek Kerja Industri di Rumah Sakit Tentara Dr. Soepraoen tanpa ada halangan apapun sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman dan ilmu yang saya peroleh selama melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN). Penyusunan laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir  Nasional (UAN) dan laporan ini sebagai bukti bahwa penulis telah melaksanakan dan menyelesaikan Praktek Kerja Industri di RST Dr.Soeproen. Laporan Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang telah sayatulis ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas dari Sekolah dan sebagai bahan pertanggung jawaban atas kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di DuniaUsaha dan Dunia Industri (DU/DI). Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu secara moral maupun materi selama kegiatan PRAKERIN terutama kepada:
1.      Ibu Dra. Dwi Lestari, MM Selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 11 Malang
2.      Bapak Kolonel Ckm Dr. I Putu Gde Sant Selaku pimpinan RST dan Bapak/Ibu CI serta perawat
3.      Ibu Santi Praptiani, S.pd selaku Ka KOMKEL Keperawatan SMK Negeri 11 Malang, Ibu Siti Khoiriyah, S. ST selaku pengajar atau pembimbing KOMKEL Keperawatan yang telah memberi bekal dan pengetahuan, Ibu Tutik selaku Humas, yang telah banyak membantu saya pemberangkatan prakerin.
4.      Seluruh karyawan dan karyawati RS dr. SOEPRAOEN Malang.
5.      Orang tua yang telah memberikan dorongan motivasi yang tinggi
6.               Teman-teman yang telah memberikan bantuan dan motivasi.     
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat pada penyusunan laporan ini serta masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pembuatan laporan ini banyak kesalahannya. Serta semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi  siswa-siswi lain untuk dijadikan sebagai salah satu sumber dan kajian dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan menyediakan sumber belajar dalam bentuk laporan kegiatan tertulisan terhadap ilmu kesehatan pada umumnya dan ilmu keperawatan pada khususnya.

Malang...................2012
Penulis

        Khairunnisak
























DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... ii
HALAMAN MOTTO DAN PESEMBAHAN ............................................... iii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iv
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi
BAB I        PENDAHULUAN
                   1.1 Latar Belakang Prakerin .............................................................. 1
                   1.2 Pengertian Prakerin ...................................................................... 1
                   1.3 Tujuan dam Manfaat Prakerin ..................................................... 3
                   1.4 Tujuan Penulisan Laporan Prakerin ............................................. 4
BAB II      TINJAUAN UMUM
                   2.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Prakerin ................................... 6
                   2.2 Sejarah Singakat, Visi Misi dan Motto
                         RS dr. SOEPRAOEN Malang .................................................... 6
                   2.3 Struktur Organisai RS dr. SOEPRAOEN Malang .................... 11
                   2.4 Tata Tertib dan Keselamatan Kerja ........................................... 12
                   2.5 Prosedur dan Bentuk Kegiatan ................................................. 14
BAB III     KOMPETENSI PRAKTIK
                   3.1 Spesifikasi Kompetensi ............................................................. 19
                   3.2 Prosedur Tindakan ..................................................................... 21
                   3.3 Hambatan Selama Prakerin ........................................................ 24
                   3.4 Pemecahan Masalah ................................................................... 24
BAB IV     PENUTUP
                   4.1 Kesimpulan ................................................................................ 25
                   4.2 Saran .......................................................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 26





        BAB I
                                    PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Prakerin
Praktek kerja industri merupakan suatu kegiatan pangalaman belajar bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam memberikan pelayanan dasar keperawatan bagi siswa SMK kesehatan. Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan dengan bidang studi keahlian kesehatan, kompetensi keperawatan mengikuti KTSP yang bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang terampil. Pengalaman praktek kerja industri membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh di kelas pada situasi nyata sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi saat ini. Sehingga Saya sebagai siswa dapat mengikuti praktek kerja industry dengan baik dan sesuai dengan KTSP serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini.


1.2  Pengertian Prakerin
Praktek Kerja Indutri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.







1.3  Tujuan dan Manfaat Prakerin
A.    Tujuan Prakerin
1)      Membentuk mental siswa – siswi agar mempunyai jiwa pekerja keras yang mampu konsisten.
2)      Menambah pengetahuan  siswa – siswi di masing - masing bidangnya.
3)      Memberikan suatu motivasi dalam diri siswa – siswi agar menunjukan dirinya mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan bidangnya.
4)      Memberikan bekal serta gambaran pada siswa – siswi seperti apakah bekerja itu.   
5)      Memberikan suatu wawasan tambahan pada siswa – siswi tentang sesuatu belum di dapatkan di sekolah.
6)      Sebagai pengalaman melatih diri dengan menkaji konsep-konsep yang didapat selama melakukan PRAKERIN sehingga terbiasa dengan dunia lapangan kerja
B.     Manfaat Prakerin
Adapun manfaat dai praktek kerja ndustri ( PRAKERIN ), Manfaatnya adalah sebagai berikut :
1)      Dapat mengenali suatu pekerjaan industri di lapangan sehingga setelah selesai dari sekolah menengah kejuruan ( SMK ) dan terjun ke lapangan kerja industri dapat memandang suatu pekerjaan yang tidak asing lagi baginya.
2)      Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang professional dan handal.
3)      Untuk mengasah keterampilan yang telah di berikan  disekolah dan juga sesuai visi dan misi sekolah menengah kejuruan ( SMK ).

1.4  Tujuan Penulisan Laporan Prakerin
                                                                                      i.      Sebagai salah satu bentuk latihan, dalam menghadapi Uji Komptensi pada akhir Proses Pembelajaran
                                                                                    ii.      Salah satu tugas yang disyaratkan untuk menempuh UAS/UN
                                                                                  iii.      Untuk mengikuti ujian presentasi
                                                                                  iv.      Melengkapi nilai tugas prakerin



























SISTEMATIKA LAPORAN PRAKERIN

-          BAB I Pendahuluan
·         Latar Belakang Prakerin
·         Pengertian Prakerin
·         Tujuan dan Manfaat Prakerin
·         Sistematika laporan prakerin
-          BAB II Tinjauan Umun
·         Tempat dan waktu pelaksanaan prakerin
·         Sejarah singkat RS Tk.II dr. Soepraoen
·          Struktur organisasi RS Tk.II dr. Soepraoen
·         Tata tertib dan keselamatan kerja
·         Prosedur dan bentuk kegiatan
-          BAB III Kompetensi praktik
·         Spesifikasi kompetensi keahlian pada pasien berdiagnosa diabetes mellitus
·         Tinjauan kasus
·         Hambatan selama prakerin
·         Pemecahan maslah
-          BAB IV Penutup
·         Penutup
·         Saran




BAB II
 TINJAUAN UMUM

2.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Prakerin
 Tempat yang dipergunakan untuk melaksanakan Prakerin ada 2 tempat:
1.      RS dr. SOEPRAOEN yang terletak di jl S. Supriadi No. 22   Malang. Ruang yang digunakan untuk kegiatan prakerin meliputi: ruang Melati, Nusa indah, Bougenvile, Teratai, Kenanga, Seruni, Tulip, Cempaka, dan Dahlia. Waktu pelaksanaan prakerin di RST kurang lebih 2(dua) bulan dimulai dari tanggal 17 Juli 2012 sampai dengan tanggal 15 September 2012, dengan pembagian 3 shift yaitu:
v  Pagi     : 07.00-14.00
v  Siang   : 14.00-21.00
v  Malam : 21.00-07.00

2.       UPT PUKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG yang terletak di jl. Sulfat 100 Malang. Ruang yang digunakan untuk kegiatan prakerin meliputi: LOKET, APOTIK , dan BALAI PENGOBATAN. Waktu pelaksanaan  prakerin di puskesmas kurang lebih 3(tiga) bulan dimulai tanggal 17 September 2012 sampai dengan tanggal 23 November 2012.





2.2 Sejarah Singkat Dunia Usaha
Nama Rumah Sakit             : Rumah Sakit Tentara Tingkat II Dr. Soepraoen
 Jln.Sudanco Supriyadi  No.22  Malang 65147
Pemilik                        : Milik TNI Angkatan Darat Jawa Timur
        Rumah Sakit Tk.II Dr. Soepraoen telah berdiri sejak penjajahan kolonial Belanda pada tahun 1928 dengan nama Rumah Sakit Kristen / Zending. Ide pencetus pendirian rumah sakit ini adalah Dr. BM Schuurman dan Mr. M. Nyhoff. Pada awal berdirinya rumah sakit ini tidaklah mudah, hal ini disebabkan karena pada waktu itu di kota Malang sudah berdiri beberapa Rumah Sakit Lavallette dan Rumah Sakit CBZ (Central Burgelijke Ziakeninrichting).
        Pada tahun 1932 keadaan ekonomi Hindia Belanda mengalami kemerosotan dan kesulitan ekonomi, sehingga pada tahun 1935 atas persetujuan Volksraad di Jakarta, CBZ digabung dengan Rumah Sakit Zending. Sejak sebelum perang dunia II, Rumah Sakit  Zending sudah termasuk dalam jajaran rumah sakit yang besar dan memiliki fasilitas yang lengkap.
        Pada tahun 1941 tercipta adanya suasana kerja dan koordinasi yang harmonis diantara semua pejabat dan personil rumah sakit. Hal ini tercipta  karena ada motivasi kerja sebagai berikut:
a)      Perasaan bahwa tugas itu adalah pengabdian / ibadah kepada Tuhan YME melalui jasa kesehatan
b)      Adanya doa bersama sebelum memulai pekerjaan











2.3 Struktur Organisasi DU/DI
Kepala Rumah Sakit
Wakil Kepala Rumah Sakit
Komite
Medik
Komite Keperawatan
Kasi Yanmed
Kasi Yanwat
Kasi Jangmed
Kasi Janggun
Kaur Infokes
Kasi TUUD
Kadep Bedah & ANASTESI
Kadep OBSGYN& IKA
Kadep
P. dlm & Jantung
kadep Mata,THT & KUikel
Kadep Gilut
Kadep Syaraf & Jantung
KA INSTAL
KA BED
KA INSTAL
WATLAN
KA INSTAL
WATNAP
KA INSTAL
FARMASI
KA INSTAL
JANGWAT
KA INSTAL DIK
KA INSTAL  JANG DIAGNOSTIK
KA INSTAL
REHAB MEDIK
SMF
SKF
           









2.4 Tata Tertib dan Keselamatan Kerja
1.      Semua praktikan harus hadir di tempat praktik sesuai waktu praktik yang telah ditentukan.

2.      Ketidak hadiran
a)       Praktik diperbolehkan izin tidak masuk praktik dinas karena sungguh-sungguh sakit atau keperluan yang sangat penting menyangkut pemanggilan dari pihak sekolah atau keperluan keluarga mendesak dan tidak dapat ditunda.
b)      Siswa yang tidak masuk harus meminta izin langsung kepada pembimbing ruangan yang telah ditunjuk/ kepala ruangan dan menyertakan surat izin dari orang tua serta keterangan dokter ke tempat praktik.
c)       Izin yang dioerkenankan adalah sejumlah maksimal 3 hari, lebih dari 3 hari siswa akan mendapatkan peringatan sampai dengan ditarik dari tempat praktik kecuali dengan pertimbangan-pertimbangan yang dapat diterima.
d)      Siswa harus mengganti sejumlah hari praktik yang ditinggalkan di tempat praktik.

3.      Kewajiban Praktikan
a)       Hormat kepada pembimbing sekolah dan pembimbing DU/D.
b)      Menaati peraturan-peraturan yang berlaku ditempat praktik.
c)       Ikut menjaga nama baik sekolah dan tempat dimana siswa praktik.
d)      Saling menghormati dan bekerja sama antar sesame siswa praktikan,
e)       Melengkapi diri dengan keperluan praktik.
f)       Setiap praktikan wajib memakai seragam praktik sesuai dengan ketentuan :
1)      Siswa memakai seragam prakerin.
2)      Memakai tanda pengenal SMKN 11 Malang.
3)      Memakai skort saat bertugas.
4)      Menggunakan jam tangan saat bertugas, memakai sepatu berwarna hitam polos tertutup, fantovel hak maks 3 cm ( tidak berbunyi saat berpakai ) dengan kaos warna putih polos.
5)      Tambahan untuk siswa perempuan :
6)      Jilbab ( bagi siswa yang berjilbab ) menggunakan jilbab segi empat berwarna biru polos, bukan dari bahan kaos.
7)      Memakai harnet saat bertugas ( bagi siswa yang tidak berjilbab ).
8)      Tidak menggukan make up berlebihan.
9)      Tidak menggunakan perhiasan berlebihan, softlens warna-warni.
10)  Memakai kaos dalam warna putih polos.
11)  Tambahan untuk siswa laki-laki :
12)  Memakai kaos dalam warna putih polos.
13)  Rambut pendek, rapi, tidak sampai menyentuh kerah baju.
14)  Tidak berjambang.
15)  Tidak berkumis.
16)  Tidak menggunakan anting-anting/ gelang/ kalung.
g)      Memperhatikan kebersihan dan kerapian diri dengan: selalu memotong kuku, tidak menggunakan cat kuku, rambut rapi, baju rapi dan bersih.
h)      Tidak mengoperasikan HP pada saat bertugas.
i)        Tidak merokok.
j)        Tidak melakukan tindakan asusila.
k)      Tidak menerima tamu pada saat jam praktik kecuali dengan seizing pembimbing ruangan.
l)        Tidak berkelahi dan main hakim sendiri.
m)    Mengisi rencana kegiatan dan jurnal kegiatan praktik harian.

2.4.2   Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja di RS dr. SOEPRAOEN Malang meliputi :
1.      Perbedaan pembuangan sampah, yaitu sampah medis da non medis.
Misalnya : pembuangan needle,ampul,botol infus,dll.
2.      Penggunaan sarung tangan, yaitu menggunakan sarung tangan pada saat menyeka pasien, membantu menggunakan pispot, pengambilan sample darah dan asistensi rawat luka.
3.      Penggunaan masker mulut, yaitu digunakan saat kontak langsung dengan pasien yang penyakit menular, saat menyeka pasien.
4.      Penggunaan skort yaitu, perbedaan skort saat diruang OK dan di luar ruang OK.
5.      Penggunaan sepatu boat, digunakan saat karyawan RS dr. SOEPRAOEN membersihkan ruangan atau saat mencuci baju.


2.5   Prosedur dan Bentuk Kegiatan
2.5.1     Prosedur kerja di RS dr. SOEPRAOEN Malang
Di RS dr. SOEPRAOEN prosedur kerjanya sama dengan para karyawan yang bekerja di RS dr. SOEPRAOEN. Kita datang sebelum jam 07.00 WIB dan pulang jam 14.00 WIB bagi shift pagi, shift siang jam 14.00 WIB sampai jam 21.00 WIB, shift malam jam 21.00 WIB pulang jam 07.00 WIB. 
2.5.2     Bentuk Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam prakerin yaitu assistensi  perawat dalam melakukan tindakan dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang telah diberikan oleh pembimbing di RS dr. SOEPRAAOEN.
Bentuk Kegiatan antara lain :
a.  Kebutuhan  dasar  pasien  secara  langsung
1)      Memberikan kompres dingin
Tugas  yang  saya  lakukan  dalam  membersikan  kompres  dingin  pasien  dengan  membawa  baskom  berisi  air  biasa/air  keran  dan  5  buah  kassa. Di RS  dr. SOEPRAOEN  ini  jika  memberikan  kompres  dingin  yaitu  pada  dahi,  axsila,  pergelangan siku,  dan  leher.
2)      Vulva  hygiene
 yaitu  membersihkan  bagian  kemaluan  pada  pasien  pada  saat  menyeka  pasien.
3)      Membantu pasien makan dan minum
Memberikan  makan  pasien  dan  minum,  tugas  saya  di  RS dr. SOEPRAOEN  perawatan  sesuai  diet  pasien  dan  mengantarkannya  ke ruang  perawatan  sesuai  diet  pasien  masing-masing.
4)      Mengukur balance cairan ekskresi
Membuang  urine  dengan  menggunakan  urinal,  mengukur  banyaknya  urine  pasien  yang  keluar,  melihat  warnanya  kemudian  di  dokumentasikan,  tak  lupa  saya  menggunakan  hanscone  ketika  akan  membuang  urine  pasien.
5)      Ambulasi pasien
Memindahkan  pasien  dari  tempat  tidur  ke  kursi  roda,  tugas  saya  membantu  pasien  untuk  duduk  di  kursi  roda.
Memindahkan  pasien  dari  berangkat  ke  tempat  tidur  membantu  perawat  mengangkat  pasien  dari  brangkat  untuk  mengangkat  ke  tempat  tidur.
6)      Memberikan posisi nyaman
Memberikan  posisi  yang  nyaman  terhadap  pasien  sesak  nafas,  saya  membantu  perawat  untuk  mengangkat  pasien  ke  atas  bantal,  sedangkan  posisi  bantal  lebih  tinggi  karena  agar  pasien  dapat  bernafas  dengan  baik.
7)      TTV /TNSP
 yaitu  mengukur  tanda-tanda  vital  pada  pasien, tugas  saya  yaitu  mengukur  tekanan  darah,  suhu  axial,  denyut  nadi  dan  pernafasan  pasien  lalu  didokumentasikan.
8)      Antropometri  balita,
Melakukan prosedur pengukuran panjang badan dan tinggi badan tugas  saya  yaitu  mengukur  panjang  dan  berat  badan  balita.

9)      Antropometri dewasa
10)  Mengukur  berat  badan  pasien  dewasa, sebelum  melakukan  tindakan, saya  tak  lupa  mengatur  rasio  berat  membantu  pasien  untuk  naik  ke  timbangan, lalu  melihat  berat  badan  pasien  pada  rasio  timbangan  setelah  itu  mendokumentasikannya.
11)  Aff infus yaitu melepas infus pasien dengan menggunakan  kapas  alcohol.
12)   Membantu pasien menggunakan pispot dan urinal

a.       Kebutuhan  dasar  manusia  secara  tidak  langsung.
1)      Kebersihan  lingkungan, yang  saya  lakukan  yaitu  menyapu, mengepel  dan  mengelap  kaca  yang  kotor  karena  debu.
2)      Membersihkan  peralatan  medis, saat  di  ruang  setiap  kali  selesai  perawatan  luka  dengan  menggunakan  alat  medis  maka harus dicuci, mencucinya  tak  lupa  saya  menggunakan  hanscone untuk menghindari terjadinya  infeksi  pada  bakteri  dari  alat  medis  tersebut.
3)      Verbed yaitu memasang laken, stik  laken, perlak dan sarung  bantal  pada  ruangan yang  akan  digunakan oleh pasien baru ataupun pasien lama  yang tempat  tidurnya  sudah  kotor.
4)      Blue-red, tugas saya yaitu  mengisi  blue-red pada buku  status  setiap  kali  selesai  melakukan  TTV.
5)      Membuat  kassa  dan  kapas  alcohol, jika  tidak  ada  kegiatan  maka  perawat  menyuruh  saya  untuk  membuat  kassa  dan  kapas  alcohol.
6)      Mengoplos  obat  yaitu  memasukkan  obat  dari  ampul  pada  needle  stik  untuk  melakukan  inhectie.


b.      Asistensi  Tindakan  Perawatan.
1)      Asisten rawat luka, membantu menyiapkan alat yang akan digunakan perawat untuk merawat luka, membantu memasangkan sarung tangan, menyiramkan cairan Ntrium Klorida untuk membersihkan luka, membantu membereskan alat yang telah digunakan untuk merawat luka.
2)      Asistensi pemasangan infuse, menyiapkan peralatan infuse dan membantu perawat melakukan pemasangan infuse, misalnya; membendung dengan tourniquet, memasang hypafik, dan mengatur  jalannya tetesan infuse.

3)      Asistensi pemeriksaan EKG, menyiapkan alat, membantu member jelly pada penjepit pemasangan EKG,membersihkan penjepit dengan kassa setelah dipakai, membereskan peralatan EKG dan mengembalikannya pada tempat semula.

4)      Asistensi Aff  infus, menyiapkan peralatan untuk melepas infus dan membantu perawat melakukan pelepasan infus.
BAB III
Kompetensi Praktik
3.1 Spesifikasi Kompetensi keahlian pada pasien yang berdiagnosa Diabetes Mellitus:
 3.1.1 Definisi
            Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang kita kenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relative.
3.1.2        Etiologi
Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM ) atau Diabetes Melitus Tergantung Insulin ( DMTI ) di sebabkan oleh destruksi sel beta pulau lengerhands akibat proses autoimun. Sedangkan Non Insulin Dependent Diabetes Melitus ( NIDDM ) atau Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin ( DMTTI ) disebabkan kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin.

3.1.3        Patofisiologi
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar  Glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan Insulin secara cukup.sehingga mengakibatkan hiperglikemia. Glukosa secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu dalam darah. Glukosa dibentuk di hati dari makanan yang dikonsumsi.Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas dan mengendalikan kadar glukosadalam darah dengan mengatur produksi dan penyimpanannya.Pada diabetes tipe II terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel sehingga terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel Adanya resistensi insulin pada diabetestipe II disertai dengan penurunan reaksi intrasel membuat insulin tidak efektif dalam menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan.Diabetes tipe II paling sering terjadi pada penderita diabetes yang berusia di atas30 tahun dan obesitas. Intoleransi glukosa yang berlangsung selama bertahun-tahun(lambat) awitan diabets tipe II dapat berjalan tanpa terdeteksi. Gejala-gejala yang biasadirasakan klien, yaitu kelelahan, iritabilitas, poliuria, polidipsi, polofagi, luka pada kulityang sukar sembuh, dan infeksi vagina atau pandangan yang kabur (jika kadar glukosanya sangat tinggi).Adanya kadar glukosa yang tinggi di dalam darah merupakan kriteria penegakandiagnosa diabetes melitus. Kadar gula darah plasma pada saat puasa (gula darah nuchter) besarnya di atas 140 mg/dl (SI 7, 8 mmol) atau kadar glukosa sewaktu (gula darahrandom) yang di atas 200 mg/dl (SI 11, 1 mmol/l) atau glukosa plasma yang dimbil 2 jamsetelah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat mencapai lebih dari 200 mg/dl pada satu kali pemeriksaan atau lebih merupakan kriteria diagnostik diabetes.Penanganan primer diabetes tipe II adalah dengan menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan resistensi insulin berkaitan dengan obesitas. Latihan (olahraga) juga unsur yang penting untuk meningkatkan efektifitas insulin. Jika klien diabete dengan gula darahtidak terkontrol akan mengakibatkan komplikasi lain, seperti kaki diabetes yangdisebabkan hipergilkemia pada klien DM sehingga terjadi neuropati dan kelainan pada pembuluh darah . Neuropati, baik motorik maupun autonomik akan mengakibatkan berbagai perubahan pada kulit dan otot, yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tekanan pada telapak kaki dan selanjutnya akan mempermudahterjadinya ulkus. Adanya kerentanan terhadap infeksi menyebabkan infeksi mudahmerebak menjadi infeksi yang luas. Faktor aliran darah yang kurang juga akanmemperumit pengelolaan kaki diabetes

3.1.4        Manifestasi
Menurut Corwin (1996 : 546 – 547), terdapat 5 buah gambaran klinis dari DM, yaitu :
a)      Polifagia (peningkatan rasa lapar) akibat keadaan pascaabsorptif yang kronik, katabolik protein dan lemak, dan kelaparan relatif sel-sel. Sering terjadi penurunan berat badan.
b)       Polidipsia (peningkatan rasa haus) akibat volume urin yang sangat besar dan keluarnya air yang menyebabkan dehidrasi ekstrasel. Dehidrasi intrasel mengikuti dehidrasi ekstrasel. Dehidrasi intrasel merangsang pengeluaran ADH dan menimbulkan rasa haus.
c)      Poliuria (peningkatan pengeluaran urin), pada orang nondiabetes, semua glukosa yang difiltrasi ke dalam urin akan diserap secara aktif kembali ke dalam darah. Pengangkut-pengangkut glukosa di ginjal yang membawa glukosa keluar urin untuk masuk kembali ke darah akan mengalami kejenuhan dan tidak dapat mengangkut glukosa lebih banyak. Karena glukosa di dalam urin memiliki aktivitas osmotik, maka air akan tertahan di dalam filtrat dan diekskresikan bersama glukosa dalam urin sehingga terjadi poliuria.
d)     Rasa lelah dan kelemahan otot akibat katabolisme protein di dalam otot dan ketidakmampuan sebagian besar sel untuk menggunakan glukosa sebagai energi.
e)      Peningkatan angka infeksi akibat peningkatan konsentrasi glukosa di sekresi mukus, gangguan fungsi imun, dan penurunan aliran darah pada penderita diabetes kronik

3.1.5         Penatalaksanaan
Menurut Smeltzer dan Bare (2002:1226) Ada lima komponen dalam penatalaksanaan diabetes:
1. Diet
Penatalaksanaan nutrisi pada penderita diabetes diarahkan untuk mencapai tujuan berikut ini:
a.  Memberikan semua unsure makanan esensial (misalnya vitamin, mineral)
b. Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sesuai
c.  Memenuhi kebutuhan energi
d.  Mencegah fluktuasi kadar glukosa darah setiap harinya dengan mengipayakan kadar glukosa darah mendekati normal melalui car-cara yang aman dan praktis
e.  Menurunkan kadar lemak darah jika kadar ini meningkat
 Contoh menu makanan untuk penderita DM
2 potong roti
2 ons kalkun dan 1 ons keju rendah lemak
selada, tomat, bawang merah
1 sendok the mayonnaise
1 apel ukuran sedang
Teh es
Mustard, acar, parika merah
2. Latihan
Latihan sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi factor risiko kardiovaskuler.
3. Pemantauan Glukosa dan keton
Dengan melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri penderita diabetes dapat mengatur terapinya untuk mengendalikan kadar glukosa darah secara optimal.
4. Terapi insulin
Penyuntiakn insulin dilakukan ke dalam jaringan sukutan dengan spuit khusus insulin dengan sudut penyuntikan 45 atau 90 derajat.
5. Pendidikan
Informasi yang di beriakn mencakup patofisiologi sederhana, cara-cara terapi, pencegahan komplikasi an informasi lainnya seputar Diabetes Mellitus
3.1.6        Pencegahan
a)      Lakukan banyak aktivitas fisik
b)      Banyak serat dalam makanan
c)      Maka kacang-kacangan dan biji-bijian
d)     Turunkan berat badan
e)      Perbanyak minum produk susu rendah lemak
f)       Kurangi lemak hewani
g)      Kurangi konsumsi gula
h)      Berhenti merokok
i)        Hindri lemak trans
j)        Dapatkan dukungan keluarga yang membantu anda dalam mencegah DM

3.2            Tinjauan Kasus
Nama pasien           : Ny. “Sukijati
Umur                      : 56  tahun
Alamat                    : Jl. Brigjen Katamso
Diagnosa Medis     : Diabetes Mellitus
Saat pengkajian tanggal 24 Agustus 2012 jam 11.30
            P : stress
            Q: Badan seperti lemah
            R: Seluruh tubuh
            S: Panas, lemah, tidak sadar
            T: Pada saat katabolisme protein di dalam otot

3.2.1 Tindakan yang saya lakukan
            A. Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital ( TTV )

Pemeriksaan tanda-tanda vital ( TTV ) juga terbagi dari :
1. Memeriksa suhu tubuh
2. Menghitung denyut nadi
3. Perhitungan pernapasan
4. Memeriksa tekanan darah

*  Memeriksa Suhu Tubuh

Tempat-tempat pengukuran suhu, yaitu :
1.Pada oral ( mulut )
2. Aksila ( ketiak )
3. Rektum
ALAT DAN BAHAN  :
1.Termometer
2.Alkohol 70%
3.Buku catatan TTV

PROSEDUR KERJA  :
1.  Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga pasien.
2.  Pakai Handscoen
3.  Ambil termometer dan jika termometer yang di gunakan adalah termometer air      raksa, turunkan air raksa sampai pada angka 0.
4. Jika air raksa telah mencapai angka yang telah ditentukan, setelah itu   masukkan ujung termometer pada daerah pemeriksaan yang telah di tentukan. Kemudian tunggu hingga 5 menit-10 menit, lalu ambil kembali termometer lalu baca hasil.
5. Bersihkan termometer dengan alcohol.
6. Lepaskan handscoen & cuci tangan
7. Catat hasil pemeriksaan pada buku pemeriksaan TTV
*  Menghitung Denyut Nadi

Nadi normal berkisar dari 50-100 kali/menit

ALAT DAN BAHAN  :
1.Jam tangan
2.Buku catatan TTV
3.Handscoen

PROSEDUR KERJA  :
1.Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien dan keluarga pasien.
2.Pakai Handscoen
3.Jari telunjuk,jari tengah dan jari manis diletakkan pada pergelangan tangan pasien.raba arteri radialis sekitar 1 menit jika sudah selesai meraba
4.Lepaskan Handscoen & Cuci tangan
5.Catat hasil pemeriksaan denyut nadi pada buku catatan TTV.

            Menghitung Pernapasan

PENGERTIAN  :
Secara normal, orang dewasa bernafas 16-20x/ menit. Bernafas adalah pengambilan O2 oleh tubuh dan membuang CO2 dari dalam tubuh keluar.Bernafas terjadi secara tomatis, tidak ada suara, tenang dan tanpa upaya khusus, pernapasan yang sulit disebut ‘’Dyspnue’’.
TUJUAN   :
Menghitung jumlah pernapasan dalam 1 menit guna mngetahui keadaan umum pasien.

ALAT DAN BAHAN   :
1.Jam tangan
2.Buku catatan TTV
3.Handscoen
PROSEDUR KERJA  :
1. Pakai Handscoen
2. Atur posisi pasien pada posisi yang nyaman dengan tangan menyilang di atas abdomen.
3. Hitung frekuensi pernapasan pasien dengan memperhatikan secara teliti jam tangan yang di kenakan dan untuk mendapatkan hasil yang akurat maka perhitungan harus dilakukan selama satu menit penuh.
4. Lepaskan handscoen & Cuci tangan
5. Catat hasil tindakan pada buku catatan TTV.

            Memeriksa Tekanan Darah

PENGERTIAN   :
Mengukur tekanan darah pasien melalui permukaan dinding arteri dengan menggunakan alat sphygmomanometer dengan manset yang lazim, ddisebut tensimeter. Satuan dalam perhitungan tekanan darah yaitu mmHg. Pada proses pemeriksaan tekanan darah terdapat 2 cara pemeriksaan, yaitu
1. Pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan cara palpasi.
2. Pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan cara auskultasi.

-  Pemeriksaan Tekanan Darah Dengan Cara Palpasi
ALAT DAN BAHAN  :
1. Tensimeter air raksa/digital/clock.
2. Buku catatan TTV/Rekam Medik.
3. Handscoen steril/on
PROSEDUR KERJA  :
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga.
1.Pakai Handscoen
2.Gulung lengan baju pasien keatas.
3.Pasangkan manset pada lengan atas pasien.
4.Rabalah nadi arteri radialis dengan jari’’ tangan kanan.
5.Bola karet dipompa sehingga tidak teraba lagi detak nadi arteri radialis.
6.Bukalah keran sehingga air raksa pada tabung turun. Dan bacalah skala pada manometer.
7.Lepaskan Handscoen & Cuci tangan
8.Catat hasil pemeriksaan pada buku catatan TTV/Rekam medik.



Pemeriksaan Tekan Darah Dengan Cara Auskultasi
ALAT DAN BAHAN   :
1.Tensimeter air raksa/digital/clock.
2.Stetoskop
3.Buku catatan TTV/Rekam medik.
4. Handscoen steril/on

PROSEDUR KERJA  :
1.Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga pasien.
2.Pakai Handscoen
3.Gulung lengan baju pasien keatas.
4.Pasangkan manset pada lengan atas pasien.
5.Tempatkan corong stetoskop pada tempat mengalirnya arteri brachialis, tepat dibawa manset kemudian bola karet dipompa kira sampai 200.
6.Setelah itu bukalah keran sehingga air raksa pada tabung dan baca hasil pada manometer.
7.Lepaskan handscoen & Cuci tangan
8. Catat hasil pemeriksaan pada buku catatan TTV/Rekam medik.
B. Kompres hangat
a. Definisi
Kompres hangat merupakan metode memberikan rasa hangat pada klien dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bgian tubuh yang memerlukan.
Efek hangat dari kompres dapat menyebabkan vasodilatasi pada pembuluh darah yang nantinya akan meningkatkan aliran darah ke jaringan. Dengan cara ini penyaluran zat asam dan makanan ke sel-sel diperbesar dan pembuangan dari zat-zat diperbaiki yang dapat mengurangi rasa nyeri haid primer yang disebabkan suplai darah ke endometrium kurang.

b. Tujuan
1)       Memperlancar sirkulasi darah
2)       Mengurangi rasa sakit
3)       Memberi rasa hangat,nyaman dan tenang pada klien
4)       Memperlancar pengeluaran eksudat
5)       Merangsang peristaltik usus
6)       Indikasi Kompres

c.       Persiapan alat
1)      Larutan kompres berupa air hangat 40 °C dalam wadahnya ( dalam baskom )
2)       Handuk / kain / wash lap untuk kompres
3)      Handuk pengering
4)       Sarung tangan
5)      Termometer
6)      Perlak atau pengalas
7)      Sampiran bila perlu

d. Persiapan pasien
1)      Menjelaskan tindakan
2)      Perhatikan privacy pasien
3)      Mengatur posisi

e. Penatalaksanaan tindakan
1)      Dekatkan alat-alat ke klien
2)      Pasang sampiran bila perlu
3)      Cuci tngan
4)      Pasang pengalas pada area yang akan dikompres
5)      Masukkan waslap/kain kasa kedalam air hangat
6)      Letakkan waslap/kain kasa tersebut pada area yang akan dikompres
7)      Ganti waslap/kain kasa tiap kali dengan waslap/kain kasa yang sudah terendam dalam air hangat
8)      Diulang-ulang sampai suhu tubuh turun
9)      Evaluasi hasil dengan mengukur suhu tubuh klien setelah 20 menit
10)  Rapikan klien dan bereskan alat-alat bila prasat ini sudah selesai
11)  Cuci tangan

f.  Hal yang harus diperhatikan
1)      kain kasa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres di pertahankan tetap hangat
2)      cairan jangan terlalu panas, hindarkan agar kulit jangan sampai kulit terbakar
3)   untuk kompres hangat pada luka terbuka, peralatan harus steril. Pada luka tertutup seperti memar atau bengkak, peralatan tidak perlu steril karena yang penting bersih.














3.1 Kesimpulan
Selama Saya melaksanakan Praktek Kerja Industri, banyak pengalaman baru yang Saya dapatkan dan belum pernah di dapatkan di lingkungan pendidikan.
Dari pengalaman yang ditemui selama Praktek Saya bisa belajar melakukan pekerjaan yang baik secara professional dalam bidang yang Saya geluti, yaitu keperawatan, menerima komentar dan saran dari pembimbing lapangn untuk kebaikan Saya dan teman-teman.



3.2 Saran
Saya melihat begitu banyaknya persaingan dalam Dunia medis, untuk itu saya menyarankan Kepada pihak sekolah agar menyiapkan tenaga terdidik terbaik yang dapat mempertanggung jawabkan pekerjaannya yang diberikan padanya sehingga kesalahan diperkecil.Untuk para guru pembimbing agar lebih memperhatikan kami siswa praktek di lahan praktek, setidaknya seminggu sekali melihat kegiatan kami di lapangan.




























DAFTAR PUSTAKA

Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. Halaman 472-474, 744-745.
Gandjar. I. G. dan Rohman, A. ( 2007). Kimia Farmasi Analisis. Cetakan II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halaman 249.
Jr., R.A.Day dan Linderwood, A.L.(1990). Analisa Kimia Kuantitatif. Penerjemah Drs. R.Soendoro.Edisi Keempat. Jakarta : Penerbit Erlangga. Halaman 419.
Tjay, T. H dan Rahardja, K. (2002). Obat-obat Penting. Jakarta: Penerbit PT. Elrx Media Komputindo. Halaman 146.
USP Pharmacopeia. (2007). The National Formulary 25. Volume 2. The United states Pharmacopeia Convention. Page 2412, 3128. WHO (1992)