LAPORAN KASUS PADA
PASIEN DENGAN
DIABETES MELLITUS
Di RS dr. SOEPRAOEN
MALANG
Disusun untuk mengikuti Ujian Kompetensi
Keahlian Keperawatan, Ujian Nasional dan
Ujian Sekolah serta sebagai bentuk
pertanggung jawaban siswa terhadap sekolah
Disusun oleh:
Nama : Khairunnisak
NIS :
1820/087 076
Kelas
:
XI KPR 2
PROGAM
KEAHLIAN KEPERAWATAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 11 MALANG
Jl.
Pelabuhan Bakahuni No. 1 Bakalan Krajan Telp. (0341) 836330 Malang
Tahun
2012
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Praktik Kerja
Industri ini telah disetujui
oleh Pembimbing dan
disahkan pada:
Hari/Tanggal :
Tempat : SMK NEGERI 11 MALANG
Menyetujui,
Pembimbing DU/DI Pembimbing sekolah
UNTUNG, S H SITI KHOIRIYAH, S.ST
Kepala SMKN 11 Malang Ka
KOMKEL Keperawatan
Dra.
DWI LESTARI, MM
SANTI PRAPTIANI, S.Pd
NIP. 19620709 198803 2 008 NIP. 19770717
200604 20406
MOTTO
1. Kejujuran
awal dari keberhasilan
2. Kita
tidak dapat melakukan sesuatu tanpa adanya usaha
3. Kegagalan
adalah motivasi suatu kemenangan
Persembahan
1. Ayah
dan Ibu Tercinta
2. Untuk
guru pembimbing prakerin
3. Untuk
CI Kepala Ruangan dan perawat RST. Dr. Soepraoen
4. Teman-teman
yang telah memberi dorongan kepada penulis
KATA
PENGANTAR
Puji dan
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas petunjuk,
rahmat, dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Praktek
Kerja Industri di Rumah Sakit Tentara Dr. Soepraoen tanpa ada halangan apapun
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Laporan
ini disusun berdasarkan pengalaman dan ilmu yang saya peroleh selama melaksanakan
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN). Penyusunan laporan Praktek Kerja Industri
(PRAKERIN) ini adalah salah satu syarat
untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional
(UAN) dan laporan ini sebagai bukti bahwa penulis telah melaksanakan dan menyelesaikan Praktek Kerja Industri di RST
Dr.Soeproen. Laporan Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang
telah sayatulis ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas dari Sekolah dan sebagai
bahan pertanggung jawaban atas kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
di DuniaUsaha dan Dunia Industri (DU/DI). Penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu secara moral maupun
materi selama kegiatan PRAKERIN terutama kepada:
1.
Ibu Dra. Dwi Lestari, MM Selaku
Kepala Sekolah SMK Negeri 11 Malang
2.
Bapak Kolonel Ckm Dr. I Putu Gde Sant
Selaku pimpinan RST dan Bapak/Ibu CI serta perawat
3. Ibu
Santi Praptiani, S.pd selaku Ka KOMKEL Keperawatan SMK Negeri 11 Malang, Ibu
Siti Khoiriyah, S. ST selaku pengajar atau pembimbing KOMKEL Keperawatan yang
telah memberi bekal dan pengetahuan, Ibu Tutik selaku Humas, yang telah banyak
membantu saya pemberangkatan prakerin.
4. Seluruh karyawan dan karyawati RS dr. SOEPRAOEN Malang.
5.
Orang tua yang
telah memberikan dorongan motivasi yang tinggi
6.
Teman-teman
yang telah memberikan bantuan dan motivasi.
Penulis menyadari bahwa masih
banyak kekurangan yang terdapat pada penyusunan laporan ini serta masih
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun
sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata
penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pembuatan laporan ini
banyak kesalahannya. Serta semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi siswa-siswi lain untuk dijadikan sebagai salah
satu sumber dan kajian dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama untuk
meningkatkan mutu pembelajaran dengan menyediakan sumber belajar dalam bentuk
laporan kegiatan tertulisan terhadap ilmu kesehatan pada umumnya dan ilmu
keperawatan pada khususnya.
Malang...................2012
Penulis
Khairunnisak
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... ii
HALAMAN MOTTO DAN
PESEMBAHAN ............................................... iii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iv
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Prakerin .............................................................. 1
1.2 Pengertian Prakerin ...................................................................... 1
1.3 Tujuan dam Manfaat
Prakerin ..................................................... 3
1.4 Tujuan Penulisan Laporan
Prakerin ............................................. 4
BAB
II TINJAUAN UMUM
2.1 Tempat dan Waktu
Pelaksanaan Prakerin ................................... 6
2.2 Sejarah Singakat, Visi
Misi dan Motto
RS dr. SOEPRAOEN
Malang .................................................... 6
2.3 Struktur Organisai RS dr.
SOEPRAOEN Malang .................... 11
2.4 Tata Tertib dan
Keselamatan Kerja ........................................... 12
2.5 Prosedur dan Bentuk
Kegiatan ................................................. 14
BAB
III KOMPETENSI PRAKTIK
3.1 Spesifikasi Kompetensi ............................................................. 19
3.2 Prosedur Tindakan ..................................................................... 21
3.3 Hambatan Selama Prakerin ........................................................ 24
3.4 Pemecahan Masalah ................................................................... 24
BAB
IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ................................................................................ 25
4.2 Saran .......................................................................................... 25
DAFTAR
PUSTAKA ...................................................................................... 26
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Prakerin
Praktek kerja industri merupakan suatu kegiatan pangalaman
belajar bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam memberikan
pelayanan dasar keperawatan bagi siswa SMK kesehatan. Pendidikan Sekolah
Menengah Kejuruan dengan bidang studi keahlian kesehatan, kompetensi
keperawatan mengikuti KTSP yang bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan
yang terampil. Pengalaman praktek kerja industri membantu peserta didik
mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh di kelas pada
situasi nyata sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi saat ini. Sehingga
Saya sebagai siswa dapat mengikuti praktek kerja industry dengan baik dan
sesuai dengan KTSP serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat
ini.
1.2 Pengertian Prakerin
Praktek Kerja Indutri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk
penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron
antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh
melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat
keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk
melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu
pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita
berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui
proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.
1.3 Tujuan dan Manfaat Prakerin
A. Tujuan Prakerin
1) Membentuk mental
siswa – siswi agar mempunyai jiwa pekerja keras yang mampu konsisten.
2) Menambah pengetahuan siswa –
siswi di masing - masing bidangnya.
3) Memberikan suatu
motivasi dalam diri siswa – siswi agar menunjukan dirinya mampu melakukan
pekerjaan sesuai dengan bidangnya.
4) Memberikan bekal
serta gambaran pada siswa – siswi seperti apakah bekerja itu.
5) Memberikan suatu
wawasan tambahan pada siswa – siswi tentang sesuatu belum di dapatkan di
sekolah.
6) Sebagai pengalaman
melatih diri dengan menkaji konsep-konsep yang didapat selama melakukan
PRAKERIN sehingga terbiasa dengan dunia lapangan kerja
B. Manfaat Prakerin
Adapun manfaat dai praktek kerja ndustri (
PRAKERIN ), Manfaatnya adalah sebagai berikut :
1) Dapat
mengenali suatu pekerjaan industri di lapangan sehingga setelah selesai dari
sekolah menengah kejuruan ( SMK ) dan terjun ke lapangan kerja industri dapat
memandang suatu pekerjaan yang tidak asing lagi baginya.
2) Dapat
menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang professional dan
handal.
3) Untuk
mengasah keterampilan yang telah di berikan disekolah dan juga
sesuai visi dan misi sekolah menengah kejuruan ( SMK ).
1.4 Tujuan Penulisan Laporan Prakerin
i.
Sebagai
salah satu bentuk latihan, dalam menghadapi Uji Komptensi pada akhir Proses
Pembelajaran
ii.
Salah satu tugas yang disyaratkan untuk menempuh UAS/UN
iii.
Untuk mengikuti ujian presentasi
iv.
Melengkapi nilai tugas prakerin
SISTEMATIKA
LAPORAN PRAKERIN
-
BAB I Pendahuluan
·
Latar Belakang Prakerin
·
Pengertian Prakerin
·
Tujuan dan Manfaat Prakerin
·
Sistematika laporan prakerin
-
BAB II Tinjauan Umun
·
Tempat dan waktu pelaksanaan prakerin
·
Sejarah singkat RS Tk.II dr. Soepraoen
·
Struktur organisasi RS Tk.II dr.
Soepraoen
·
Tata tertib dan keselamatan kerja
·
Prosedur dan bentuk kegiatan
-
BAB III Kompetensi praktik
·
Spesifikasi kompetensi keahlian pada pasien berdiagnosa diabetes mellitus
·
Tinjauan kasus
·
Hambatan selama prakerin
·
Pemecahan maslah
-
BAB IV Penutup
·
Penutup
·
Saran
BAB II
TINJAUAN UMUM
2.1 Tempat dan
Waktu Pelaksanaan Prakerin
Tempat yang dipergunakan untuk melaksanakan
Prakerin ada 2 tempat:
1.
RS dr. SOEPRAOEN yang
terletak di jl S. Supriadi No. 22
Malang. Ruang yang digunakan untuk kegiatan prakerin meliputi: ruang
Melati, Nusa indah, Bougenvile, Teratai, Kenanga, Seruni, Tulip, Cempaka, dan
Dahlia. Waktu
pelaksanaan prakerin di RST kurang lebih 2(dua) bulan dimulai dari tanggal 17
Juli 2012 sampai dengan tanggal 15 September 2012, dengan pembagian 3 shift
yaitu:
v Pagi :
07.00-14.00
v Siang :
14.00-21.00
v Malam :
21.00-07.00
2. UPT PUKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG yang
terletak di jl. Sulfat 100 Malang. Ruang yang digunakan untuk kegiatan prakerin
meliputi: LOKET, APOTIK , dan BALAI PENGOBATAN. Waktu pelaksanaan prakerin di puskesmas kurang lebih 3(tiga)
bulan dimulai tanggal 17 September 2012 sampai dengan tanggal 23 November 2012.
2.2 Sejarah
Singkat Dunia Usaha
Nama
Rumah Sakit : Rumah Sakit
Tentara Tingkat II Dr. Soepraoen
Jln.Sudanco
Supriyadi No.22 Malang 65147
Pemilik
: Milik TNI Angkatan Darat Jawa Timur
Rumah Sakit Tk.II Dr. Soepraoen telah
berdiri sejak penjajahan kolonial Belanda pada tahun 1928 dengan nama Rumah
Sakit Kristen / Zending. Ide pencetus pendirian rumah sakit ini adalah Dr. BM
Schuurman dan Mr. M. Nyhoff. Pada awal berdirinya rumah sakit ini tidaklah
mudah, hal ini disebabkan karena pada waktu itu di kota Malang sudah berdiri
beberapa Rumah Sakit Lavallette dan Rumah Sakit CBZ (Central Burgelijke
Ziakeninrichting).
Pada tahun 1932 keadaan ekonomi Hindia
Belanda mengalami kemerosotan dan kesulitan ekonomi, sehingga pada tahun 1935
atas persetujuan Volksraad di Jakarta, CBZ digabung dengan Rumah Sakit Zending.
Sejak sebelum perang dunia II, Rumah Sakit
Zending sudah termasuk dalam jajaran rumah sakit yang besar dan memiliki
fasilitas yang lengkap.
Pada tahun 1941 tercipta adanya suasana
kerja dan koordinasi yang harmonis diantara semua pejabat dan personil rumah
sakit. Hal ini tercipta karena ada
motivasi kerja sebagai berikut:
a)
Perasaan
bahwa tugas itu adalah pengabdian / ibadah kepada Tuhan YME melalui jasa
kesehatan
b)
Adanya
doa bersama sebelum memulai pekerjaan
2.3 Struktur Organisasi DU/DI
Kepala
Rumah Sakit
Wakil
Kepala Rumah Sakit
|
KA
INSTAL JANG DIAGNOSTIK
|
2.4 Tata Tertib
dan Keselamatan Kerja
1.
Semua praktikan harus
hadir di tempat praktik sesuai waktu praktik yang telah ditentukan.
2.
Ketidak hadiran
a) Praktik
diperbolehkan izin tidak masuk praktik dinas karena sungguh-sungguh sakit atau
keperluan yang sangat penting menyangkut pemanggilan dari pihak sekolah atau
keperluan keluarga mendesak dan tidak dapat ditunda.
b) Siswa
yang tidak masuk harus meminta izin langsung kepada pembimbing ruangan yang
telah ditunjuk/ kepala ruangan dan menyertakan surat izin dari orang tua serta
keterangan dokter ke tempat praktik.
c) Izin
yang dioerkenankan adalah sejumlah maksimal 3 hari, lebih dari 3 hari siswa
akan mendapatkan peringatan sampai dengan ditarik dari tempat praktik kecuali
dengan pertimbangan-pertimbangan yang dapat diterima.
d) Siswa
harus mengganti sejumlah hari praktik yang ditinggalkan di tempat praktik.
3.
Kewajiban Praktikan
a) Hormat
kepada pembimbing sekolah dan pembimbing DU/D.
b) Menaati
peraturan-peraturan yang berlaku ditempat praktik.
c) Ikut
menjaga nama baik sekolah dan tempat dimana siswa praktik.
d) Saling
menghormati dan bekerja sama antar sesame siswa praktikan,
e) Melengkapi
diri dengan keperluan praktik.
f) Setiap
praktikan wajib memakai seragam praktik sesuai dengan ketentuan :
1)
Siswa memakai seragam
prakerin.
2)
Memakai tanda pengenal
SMKN 11 Malang.
3)
Memakai skort saat
bertugas.
4)
Menggunakan jam tangan saat
bertugas, memakai sepatu berwarna hitam polos tertutup, fantovel hak maks 3 cm
( tidak berbunyi saat berpakai ) dengan kaos warna putih polos.
5)
Tambahan untuk siswa
perempuan :
6)
Jilbab ( bagi siswa
yang berjilbab ) menggunakan jilbab segi empat berwarna biru polos, bukan dari
bahan kaos.
7)
Memakai harnet saat
bertugas ( bagi siswa yang tidak berjilbab ).
8)
Tidak menggukan make up
berlebihan.
9)
Tidak menggunakan
perhiasan berlebihan, softlens warna-warni.
10)
Memakai kaos dalam
warna putih polos.
11)
Tambahan untuk siswa
laki-laki :
12)
Memakai kaos dalam
warna putih polos.
13)
Rambut pendek, rapi,
tidak sampai menyentuh kerah baju.
14)
Tidak berjambang.
15)
Tidak berkumis.
16)
Tidak menggunakan
anting-anting/ gelang/ kalung.
g)
Memperhatikan
kebersihan dan kerapian diri dengan: selalu memotong kuku, tidak menggunakan
cat kuku, rambut rapi, baju rapi dan bersih.
h)
Tidak mengoperasikan HP
pada saat bertugas.
i)
Tidak merokok.
j)
Tidak melakukan
tindakan asusila.
k)
Tidak menerima tamu
pada saat jam praktik kecuali dengan seizing pembimbing ruangan.
l)
Tidak berkelahi dan
main hakim sendiri.
m)
Mengisi rencana
kegiatan dan jurnal kegiatan praktik harian.
2.4.2
Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja di RS dr. SOEPRAOEN
Malang meliputi :
1. Perbedaan
pembuangan sampah, yaitu sampah medis da non medis.
Misalnya
: pembuangan needle,ampul,botol infus,dll.
2. Penggunaan
sarung tangan, yaitu menggunakan sarung tangan pada saat menyeka pasien,
membantu menggunakan pispot, pengambilan sample darah dan asistensi rawat luka.
3. Penggunaan
masker mulut, yaitu digunakan saat kontak langsung dengan pasien yang penyakit
menular, saat menyeka pasien.
4. Penggunaan
skort yaitu, perbedaan skort saat diruang OK dan di luar ruang OK.
5. Penggunaan
sepatu boat, digunakan saat karyawan RS dr. SOEPRAOEN membersihkan ruangan atau
saat mencuci baju.
2.5 Prosedur dan Bentuk Kegiatan
2.5.1 Prosedur kerja di RS dr. SOEPRAOEN Malang
Di RS dr. SOEPRAOEN
prosedur kerjanya sama dengan para karyawan yang bekerja di RS dr. SOEPRAOEN.
Kita datang sebelum jam 07.00 WIB dan pulang jam 14.00 WIB bagi shift pagi, shift
siang jam 14.00 WIB sampai jam 21.00 WIB, shift malam jam 21.00 WIB pulang jam
07.00 WIB.
2.5.2 Bentuk Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam prakerin
yaitu assistensi perawat dalam melakukan
tindakan dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang telah diberikan oleh
pembimbing di RS dr. SOEPRAAOEN.
Bentuk Kegiatan antara lain :
a. Kebutuhan
dasar pasien secara
langsung
1) Memberikan
kompres dingin
Tugas yang
saya lakukan dalam
membersikan kompres dingin
pasien dengan membawa
baskom berisi air
biasa/air keran dan
5 buah kassa. Di RS
dr. SOEPRAOEN ini jika
memberikan kompres dingin
yaitu pada dahi,
axsila, pergelangan siku, dan
leher.
2) Vulva hygiene
yaitu
membersihkan bagian kemaluan
pada pasien pada
saat menyeka pasien.
3) Membantu
pasien makan dan minum
Memberikan makan
pasien dan minum,
tugas saya di RS
dr. SOEPRAOEN perawatan sesuai
diet pasien dan
mengantarkannya ke ruang perawatan
sesuai diet pasien
masing-masing.
4) Mengukur
balance cairan ekskresi
Membuang urine
dengan menggunakan urinal,
mengukur banyaknya urine
pasien yang keluar,
melihat warnanya kemudian
di dokumentasikan, tak
lupa saya menggunakan
hanscone ketika akan
membuang urine pasien.
5) Ambulasi
pasien
Memindahkan pasien
dari tempat tidur
ke kursi roda,
tugas saya membantu
pasien untuk duduk
di kursi roda.
Memindahkan pasien
dari berangkat ke
tempat tidur membantu perawat
mengangkat pasien dari
brangkat untuk mengangkat
ke tempat tidur.
6) Memberikan
posisi nyaman
Memberikan posisi
yang nyaman terhadap
pasien sesak nafas,
saya membantu perawat
untuk mengangkat pasien
ke atas bantal,
sedangkan posisi bantal
lebih tinggi karena
agar pasien dapat
bernafas dengan baik.
7) TTV
/TNSP
yaitu
mengukur tanda-tanda vital
pada pasien, tugas saya
yaitu mengukur tekanan
darah, suhu axial,
denyut nadi dan
pernafasan pasien lalu didokumentasikan.
8) Antropometri balita,
Melakukan
prosedur pengukuran panjang badan dan tinggi badan tugas saya
yaitu mengukur panjang
dan berat badan
balita.
9) Antropometri
dewasa
10) Mengukur berat
badan pasien dewasa, sebelum melakukan
tindakan, saya tak lupa
mengatur rasio berat
membantu pasien untuk
naik ke timbangan, lalu melihat
berat badan pasien
pada rasio timbangan
setelah itu mendokumentasikannya.
11) Aff
infus yaitu melepas infus pasien dengan menggunakan kapas
alcohol.
12) Membantu pasien menggunakan pispot dan urinal
a.
Kebutuhan dasar
manusia secara tidak
langsung.
1) Kebersihan lingkungan, yang saya
lakukan yaitu menyapu, mengepel dan
mengelap kaca yang
kotor karena debu.
2) Membersihkan peralatan
medis, saat di ruang
setiap kali selesai
perawatan luka dengan
menggunakan alat medis maka
harus dicuci, mencucinya tak lupa
saya menggunakan hanscone untuk menghindari terjadinya infeksi
pada bakteri dari
alat medis tersebut.
3) Verbed
yaitu memasang laken, stik laken, perlak
dan sarung bantal pada
ruangan yang akan digunakan oleh pasien baru ataupun pasien
lama yang tempat tidurnya
sudah kotor.
4) Blue-red,
tugas saya yaitu mengisi blue-red pada buku status
setiap kali selesai
melakukan TTV.
5) Membuat kassa
dan kapas alcohol, jika
tidak ada kegiatan
maka perawat menyuruh
saya untuk membuat
kassa dan kapas
alcohol.
6) Mengoplos obat
yaitu memasukkan obat
dari ampul pada
needle stik untuk
melakukan inhectie.
b.
Asistensi Tindakan
Perawatan.
1) Asisten
rawat luka, membantu menyiapkan alat yang akan digunakan perawat untuk merawat
luka, membantu memasangkan sarung tangan, menyiramkan cairan Ntrium Klorida
untuk membersihkan luka, membantu membereskan alat yang telah digunakan untuk
merawat luka.
2) Asistensi
pemasangan infuse, menyiapkan peralatan infuse dan membantu perawat melakukan
pemasangan infuse, misalnya; membendung dengan tourniquet, memasang hypafik,
dan mengatur jalannya tetesan infuse.
3) Asistensi
pemeriksaan EKG, menyiapkan alat, membantu member jelly pada penjepit
pemasangan EKG,membersihkan penjepit dengan kassa setelah dipakai, membereskan
peralatan EKG dan mengembalikannya pada tempat semula.
4) Asistensi
Aff infus, menyiapkan peralatan untuk
melepas infus dan membantu perawat melakukan pelepasan infus.
BAB III
Kompetensi Praktik
3.1 Spesifikasi Kompetensi
keahlian pada pasien yang
berdiagnosa Diabetes Mellitus:
3.1.1 Definisi
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang
kita kenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang
disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat
kekurangan insulin baik absolute maupun relative.
3.1.2
Etiologi
Insulin Dependent Diabetes Mellitus (
IDDM ) atau Diabetes Melitus Tergantung Insulin ( DMTI ) di sebabkan oleh
destruksi sel beta pulau lengerhands akibat proses autoimun. Sedangkan Non
Insulin Dependent Diabetes Melitus ( NIDDM ) atau Diabetes Melitus Tidak
Tergantung Insulin ( DMTTI ) disebabkan kegagalan relatif sel beta dan
resistensi insulin.
3.1.3
Patofisiologi
Diabetes
mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar Glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak
dapat melepaskan atau menggunakan Insulin secara cukup.sehingga mengakibatkan
hiperglikemia. Glukosa secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu
dalam darah. Glukosa dibentuk di hati dari makanan yang dikonsumsi.Insulin
merupakan hormon yang diproduksi pankreas dan mengendalikan kadar glukosadalam
darah dengan mengatur produksi dan penyimpanannya.Pada diabetes tipe II
terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi
insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin
akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel sehingga terjadi suatu
rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel Adanya resistensi
insulin pada diabetestipe II disertai dengan penurunan reaksi intrasel membuat
insulin tidak efektif dalam menstimulasi pengambilan glukosa oleh
jaringan.Diabetes tipe II paling sering terjadi pada penderita diabetes yang
berusia di atas30 tahun dan obesitas. Intoleransi glukosa yang berlangsung
selama bertahun-tahun(lambat) awitan diabets tipe II dapat berjalan tanpa
terdeteksi. Gejala-gejala yang biasadirasakan klien, yaitu kelelahan,
iritabilitas, poliuria, polidipsi, polofagi, luka pada kulityang sukar sembuh,
dan infeksi vagina atau pandangan yang kabur (jika kadar glukosanya sangat
tinggi).Adanya kadar glukosa yang tinggi di dalam darah merupakan kriteria
penegakandiagnosa diabetes melitus. Kadar gula darah plasma pada saat puasa
(gula darah nuchter) besarnya di atas 140 mg/dl (SI 7, 8 mmol) atau kadar
glukosa sewaktu (gula darahrandom) yang di atas 200 mg/dl (SI 11, 1 mmol/l)
atau glukosa plasma yang dimbil 2 jamsetelah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat
mencapai lebih dari 200 mg/dl pada satu kali pemeriksaan atau lebih
merupakan kriteria diagnostik diabetes.Penanganan primer diabetes tipe II
adalah dengan menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan resistensi insulin
berkaitan dengan obesitas. Latihan (olahraga) juga unsur yang
penting untuk meningkatkan efektifitas insulin. Jika klien diabete dengan gula
darahtidak terkontrol akan mengakibatkan komplikasi lain, seperti kaki diabetes
yangdisebabkan hipergilkemia pada klien DM sehingga terjadi neuropati dan
kelainan pada pembuluh darah . Neuropati, baik motorik maupun autonomik
akan mengakibatkan berbagai perubahan pada kulit dan otot, yang kemudian
menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tekanan pada telapak kaki dan
selanjutnya akan mempermudahterjadinya ulkus. Adanya kerentanan terhadap
infeksi menyebabkan infeksi mudahmerebak menjadi infeksi yang luas. Faktor
aliran darah yang kurang juga akanmemperumit pengelolaan kaki diabetes
3.1.4
Manifestasi
Menurut
Corwin (1996 : 546 – 547), terdapat 5 buah gambaran klinis dari DM, yaitu :
a)
Polifagia (peningkatan rasa lapar) akibat keadaan pascaabsorptif yang
kronik, katabolik protein dan lemak, dan kelaparan relatif sel-sel. Sering terjadi
penurunan berat badan.
b)
Polidipsia (peningkatan rasa
haus) akibat volume urin yang sangat besar dan keluarnya air yang menyebabkan
dehidrasi ekstrasel. Dehidrasi intrasel mengikuti dehidrasi ekstrasel.
Dehidrasi intrasel merangsang pengeluaran ADH dan menimbulkan rasa haus.
c)
Poliuria (peningkatan pengeluaran urin), pada orang nondiabetes, semua
glukosa yang difiltrasi ke dalam urin akan diserap secara aktif kembali ke
dalam darah. Pengangkut-pengangkut glukosa di ginjal yang membawa glukosa
keluar urin untuk masuk kembali ke darah akan mengalami kejenuhan dan tidak
dapat mengangkut glukosa lebih banyak. Karena glukosa di dalam urin memiliki
aktivitas osmotik, maka air akan tertahan di dalam filtrat dan diekskresikan
bersama glukosa dalam urin sehingga terjadi poliuria.
d)
Rasa lelah dan kelemahan otot akibat katabolisme protein di dalam otot
dan ketidakmampuan sebagian besar sel untuk menggunakan glukosa sebagai energi.
e)
Peningkatan angka infeksi akibat peningkatan konsentrasi glukosa di
sekresi mukus, gangguan fungsi imun, dan penurunan aliran darah pada penderita
diabetes kronik
3.1.5
Penatalaksanaan
Menurut Smeltzer dan Bare (2002:1226)
Ada lima komponen dalam penatalaksanaan diabetes:
1. Diet
Penatalaksanaan nutrisi pada penderita diabetes diarahkan untuk mencapai tujuan
berikut ini:
a. Memberikan semua unsure makanan
esensial (misalnya vitamin, mineral)
b. Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sesuai
c. Memenuhi kebutuhan energi
d. Mencegah fluktuasi kadar glukosa
darah setiap harinya dengan mengipayakan kadar glukosa darah mendekati normal
melalui car-cara yang aman dan praktis
e. Menurunkan kadar lemak darah jika
kadar ini meningkat
Contoh menu makanan untuk penderita DM
2 potong roti
2 ons kalkun dan 1 ons keju rendah lemak
selada, tomat, bawang merah
1 sendok the mayonnaise
1 apel ukuran sedang
Teh es
Mustard, acar, parika merah
2. Latihan
Latihan sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes karena efeknya dapat
menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi factor risiko kardiovaskuler.
3. Pemantauan Glukosa dan keton
Dengan melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri penderita
diabetes dapat mengatur terapinya untuk mengendalikan kadar glukosa darah
secara optimal.
4. Terapi insulin
Penyuntiakn insulin dilakukan ke dalam jaringan sukutan dengan spuit khusus
insulin dengan sudut penyuntikan 45 atau 90 derajat.
5. Pendidikan
Informasi yang di beriakn mencakup patofisiologi sederhana, cara-cara terapi,
pencegahan komplikasi an informasi lainnya seputar Diabetes Mellitus
3.1.6
Pencegahan
a)
Lakukan banyak aktivitas fisik
b)
Banyak serat dalam makanan
c)
Maka kacang-kacangan dan biji-bijian
d)
Turunkan berat badan
e)
Perbanyak minum produk susu rendah lemak
f)
Kurangi lemak hewani
g)
Kurangi konsumsi gula
h)
Berhenti merokok
i)
Hindri lemak trans
j)
Dapatkan dukungan keluarga yang membantu anda dalam mencegah DM
3.2
Tinjauan Kasus
Nama pasien : Ny. “Sukijati”
Umur :
56 tahun
Alamat : Jl. Brigjen Katamso
Diagnosa Medis : Diabetes Mellitus
Saat pengkajian tanggal 24 Agustus 2012 jam 11.30
P : stress
Q: Badan seperti
lemah
R: Seluruh tubuh
S: Panas, lemah,
tidak sadar
T: Pada saat katabolisme protein di dalam otot
3.2.1 Tindakan yang saya lakukan
A. Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital ( TTV )
Pemeriksaan tanda-tanda vital ( TTV ) juga terbagi dari :
1. Memeriksa suhu tubuh
2. Menghitung denyut nadi
3. Perhitungan pernapasan
4. Memeriksa tekanan darah
* Memeriksa Suhu Tubuh
Tempat-tempat pengukuran suhu, yaitu :
1.Pada oral ( mulut )
2. Aksila ( ketiak )
3. Rektum
ALAT DAN BAHAN :
1.Termometer
2.Alkohol 70%
3.Buku catatan TTV
PROSEDUR KERJA :
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan
keluarga pasien.
2. Pakai Handscoen
3. Ambil termometer dan jika termometer yang di gunakan
adalah termometer air raksa, turunkan air raksa
sampai pada angka 0.
4. Jika air raksa telah mencapai angka yang telah ditentukan,
setelah itu masukkan ujung termometer pada daerah pemeriksaan yang
telah di tentukan. Kemudian tunggu hingga 5 menit-10 menit, lalu ambil kembali
termometer lalu baca hasil.
5. Bersihkan termometer dengan alcohol.
6. Lepaskan handscoen & cuci tangan
7. Catat hasil pemeriksaan pada buku pemeriksaan TTV
* Menghitung Denyut Nadi
Nadi normal berkisar dari 50-100 kali/menit
ALAT DAN BAHAN :
1.Jam tangan
2.Buku catatan TTV
3.Handscoen
PROSEDUR KERJA :
1.Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien dan keluarga
pasien.
2.Pakai Handscoen
3.Jari telunjuk,jari tengah dan jari manis diletakkan pada
pergelangan tangan pasien.raba arteri radialis sekitar 1 menit jika sudah
selesai meraba
4.Lepaskan Handscoen & Cuci tangan
5.Catat hasil pemeriksaan denyut nadi pada buku catatan TTV.
Menghitung Pernapasan
PENGERTIAN :
Secara normal, orang dewasa bernafas 16-20x/ menit. Bernafas
adalah pengambilan O2 oleh tubuh dan membuang CO2 dari dalam tubuh keluar.Bernafas
terjadi secara tomatis, tidak ada suara, tenang dan tanpa upaya khusus,
pernapasan yang sulit disebut ‘’Dyspnue’’.
TUJUAN :
Menghitung jumlah pernapasan dalam 1 menit guna mngetahui
keadaan umum pasien.
ALAT DAN BAHAN :
1.Jam tangan
2.Buku catatan TTV
3.Handscoen
PROSEDUR KERJA :
1. Pakai Handscoen
2. Atur posisi pasien pada posisi yang nyaman dengan tangan
menyilang di atas abdomen.
3. Hitung frekuensi pernapasan pasien dengan memperhatikan
secara teliti jam tangan yang di kenakan dan untuk mendapatkan hasil yang
akurat maka perhitungan harus dilakukan selama satu menit penuh.
4. Lepaskan handscoen & Cuci tangan
5. Catat hasil tindakan pada buku catatan TTV.
Memeriksa Tekanan Darah
PENGERTIAN :
Mengukur tekanan darah pasien melalui permukaan dinding arteri
dengan menggunakan alat sphygmomanometer dengan manset yang lazim, ddisebut
tensimeter. Satuan dalam perhitungan tekanan darah yaitu mmHg. Pada proses
pemeriksaan tekanan darah terdapat 2 cara pemeriksaan, yaitu
1. Pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan cara palpasi.
2. Pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan cara auskultasi.
- Pemeriksaan Tekanan Darah Dengan Cara Palpasi
ALAT DAN BAHAN :
1. Tensimeter air raksa/digital/clock.
2. Buku catatan TTV/Rekam Medik.
3. Handscoen steril/on
PROSEDUR KERJA :
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan
keluarga.
1.Pakai Handscoen
2.Gulung lengan baju pasien keatas.
3.Pasangkan manset pada lengan atas pasien.
4.Rabalah nadi arteri radialis dengan jari’’ tangan kanan.
5.Bola karet dipompa sehingga tidak teraba lagi detak nadi
arteri radialis.
6.Bukalah keran sehingga air raksa pada tabung turun. Dan
bacalah skala pada manometer.
7.Lepaskan Handscoen & Cuci tangan
8.Catat hasil pemeriksaan pada buku catatan TTV/Rekam medik.
Pemeriksaan Tekan Darah Dengan Cara Auskultasi
ALAT DAN BAHAN :
1.Tensimeter air raksa/digital/clock.
2.Stetoskop
3.Buku catatan TTV/Rekam medik.
4. Handscoen steril/on
PROSEDUR KERJA :
1.Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan
keluarga pasien.
2.Pakai Handscoen
3.Gulung lengan baju pasien keatas.
4.Pasangkan manset pada lengan atas pasien.
5.Tempatkan corong stetoskop pada tempat mengalirnya arteri
brachialis, tepat dibawa manset kemudian bola karet dipompa kira sampai 200.
6.Setelah itu bukalah
keran sehingga air raksa pada tabung dan baca hasil pada manometer.
7.Lepaskan handscoen &
Cuci tangan
8. Catat hasil pemeriksaan
pada buku catatan TTV/Rekam medik.
B. Kompres
hangat
a.
Definisi
Kompres hangat merupakan metode
memberikan rasa hangat pada klien dengan menggunakan cairan atau alat yang
menimbulkan hangat pada bgian tubuh yang memerlukan.
Efek hangat dari kompres dapat menyebabkan
vasodilatasi pada pembuluh darah yang nantinya akan meningkatkan aliran darah ke
jaringan. Dengan cara ini penyaluran zat asam dan makanan ke sel-sel diperbesar
dan pembuangan dari zat-zat diperbaiki yang dapat mengurangi rasa nyeri haid
primer yang disebabkan suplai darah ke endometrium kurang.
b. Tujuan
1)
Memperlancar sirkulasi darah
2)
Mengurangi rasa sakit
3)
Memberi rasa hangat,nyaman dan tenang pada
klien
4)
Memperlancar
pengeluaran eksudat
5)
Merangsang peristaltik usus
6)
Indikasi
Kompres
c. Persiapan
alat
1) Larutan
kompres berupa air hangat 40 °C dalam
wadahnya ( dalam baskom )
2) Handuk / kain / wash lap untuk kompres
3) Handuk
pengering
4) Sarung tangan
5) Termometer
6) Perlak
atau pengalas
7) Sampiran
bila perlu
d. Persiapan
pasien
1) Menjelaskan
tindakan
2) Perhatikan
privacy pasien
3) Mengatur
posisi
e. Penatalaksanaan
tindakan
1) Dekatkan
alat-alat ke klien
2) Pasang
sampiran bila perlu
3) Cuci
tngan
4) Pasang
pengalas pada area yang akan dikompres
5) Masukkan
waslap/kain kasa kedalam air hangat
6) Letakkan
waslap/kain kasa tersebut pada area yang akan dikompres
7) Ganti
waslap/kain kasa tiap kali dengan waslap/kain kasa yang sudah terendam dalam
air hangat
8) Diulang-ulang
sampai suhu tubuh turun
9) Evaluasi
hasil dengan mengukur suhu tubuh klien setelah 20 menit
10) Rapikan
klien dan bereskan alat-alat bila prasat ini sudah selesai
11) Cuci
tangan
f. Hal yang harus diperhatikan
1) kain
kasa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres di pertahankan tetap hangat
2) cairan
jangan terlalu panas, hindarkan agar kulit jangan sampai kulit terbakar
3)
untuk kompres hangat pada luka terbuka, peralatan
harus steril. Pada luka tertutup seperti memar atau bengkak, peralatan tidak
perlu steril karena yang penting bersih.
3.1 Kesimpulan
Selama Saya melaksanakan Praktek Kerja Industri, banyak
pengalaman baru yang Saya dapatkan dan belum pernah di dapatkan di lingkungan
pendidikan.
Dari pengalaman yang ditemui selama Praktek Saya bisa belajar
melakukan pekerjaan yang baik secara professional dalam bidang yang Saya
geluti, yaitu keperawatan, menerima komentar dan saran dari pembimbing lapangn
untuk kebaikan Saya dan teman-teman.
3.2 Saran
Saya melihat begitu banyaknya persaingan dalam Dunia medis,
untuk itu saya menyarankan Kepada pihak sekolah agar menyiapkan tenaga terdidik
terbaik yang dapat mempertanggung jawabkan pekerjaannya yang diberikan padanya
sehingga kesalahan diperkecil.Untuk para guru pembimbing agar lebih
memperhatikan kami siswa praktek di lahan praktek, setidaknya seminggu sekali
melihat kegiatan kami di lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Ditjen POM. (1995). Farmakope
Indonesia.
Edisi IV. Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Jakarta.
Halaman 472-474, 744-745.
Gandjar. I. G. dan Rohman, A.
( 2007). Kimia Farmasi Analisis. Cetakan II. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar. Halaman 249.
Jr., R.A.Day dan Linderwood,
A.L.(1990). Analisa Kimia Kuantitatif. Penerjemah Drs. R.Soendoro.Edisi
Keempat. Jakarta
: Penerbit Erlangga. Halaman 419.
Tjay, T. H dan Rahardja, K.
(2002). Obat-obat Penting. Jakarta:
Penerbit PT. Elrx Media Komputindo. Halaman 146.
USP Pharmacopeia. (2007). The
National Formulary 25. Volume 2. The United states Pharmacopeia Convention.
Page 2412, 3128. WHO (1992)